Senin, 22 Desember 2014

MAKALAH NILAI TUKAR (KURS)




MAKALAH
NILAI TUKAR (KURS)


Disusun oleh :
DESAK ANGGI WIDIASTINI (A1A013029)






FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MATARAM
2014


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Nilai Tukar atau Kurs”.
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Internasional Adapun isi dari makalah yaitu menjelaskan tentang penentuan nilai tukar dan system Kurs mata uang
Terlepas dari berbagai kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini, penulis sangat berharap agar makalah ini dapat membantu dalam proses belajar serta memahami lebih jauh mengenai masalah Ekonomi Moneter.
Sekian dan terima kasih.

Mataram, 15 Desember  2014









DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………          4
BAB II
PEMBAHASAN
a.      Nilai tukar rupiah ………………………………………………………………………...........         5
b.     Penentuan Nilai Tukar……………………………………………………………………........         6
c.      Nilai tukar mata uang………………………………………………………………………....          7         
d.     Sejarah perkembangan kebijakan nilai tukar di Indonesia…………….....         7         
e.      jenis sistem kurs……………………………………………………………………………….....          8
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN…………………………………………………………………………………………….   10
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………….    11



 


BAB I
PENDAHULUAN

System kurs valuta asing ditentukan oleh mekanisme pasar yaitu kekuatan permintaan dan penawaran pasar serta berbagai cara pengaturan campur tangan pemerintah di bidang ini. Pola perilaku kurs tergantung pada system moneter yang berlaku.
Pada masa orde lama berlaku system pengendalian ketat devisa dimana pemerintah menetapkan kurs jauh dibawah tingkat kurs menurut pasar bebas yang menimbulkan pasar bebas devisa. Pada masa orde baru system pengendalian dihapus secara bertahap dan diganti system kurs mengambang terkendali. Pada masa reformasi sekarang ini pengendalian devisa lebih dikendalikan pemerintah sesuai dengan kondisi ekonomi pemerintah dalam hal ekspor dan impor.
Pasangan masalah ekonomi domestic dan internasional yang dihadapi serta kebijakan yang tepat diambil untuk masing-masing maslah mungkin bersesuaian dan atau mungkin bertentangan. Dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut tentang nilai tukar.

Rumusan masalah
1.      Bagaimana pengertian dari nilai tukar
2.      Bagaimana penentuan nilai tukar
3.      Bagaimana sejarah perkembangan kebijakan nilai tukar di Indonesia
4.      Bagaimana system kurs mata uang







BAB II
PEMBAHASAN

A.     Nilai tukar rupiah
Menurut Adiningsih, dkk (1998: 155), nilai tukar rupiah adalah harga rupiah terhadap mata uang negara lain. Jadi, nilai tukar rupiah merupakan nilai mata uang rupiah yang ditranslasikan ke dalam mata uang negara lain. Misalnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, nilai tukar rupiah terhadap Euro, dan lain sebagainya. Kurs merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi aktivitas di pasar saham maupun di pasar uang karena investor cenderung akan berhati-hati untuk melakukan investasi portofolio.
Kurs merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi aktivitas di pasar saham maupun di pasar uang karena investor cenderung akan berhati-hati untuk melakukan investasi portofolio.Terdepresiasinya kurs rupiah terhadap mata uang asing khususnya dolar Amerika memiliki pengaruh yang negatif terhadap ekonomi dan pasar modal (Sitinjak dan Kurniasari, 2003).
Kurs mata uang menunjukkan harga mata uang apabila ditukarkan dengan mata uang lain. Penentuan nilai kurs mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain ditentukan sebagai mana halnya barang yaitu oleh permintaan dan penawaran mata uang yang bersangkutan. Hukum ini juga berlaku untuk kurs rupiah, jika demand akan rupiah lebih banyak daripada suplainya maka kurs rupiah ini akan terapresiasi, demikian pula sebaliknya. Apresiasi atau depresiasi akan terjadi apabila negara menganut kebijakan nilai tukar mengambang bebas (free floating exchange rate) sehingga nilai tukar akan ditentukan oleh mekanisme pasar (Kuncoro, 2001).
Jadi, dapat disimpulkan nilai tukar rupiah adalah suatu perbandingan antara nilai mata uang suatu negara dengan negara lain. Heru (2008) menyatakan bahwa nilai tukar mencerminkan keseimbangan permintaan dan penawaran terhadap mata uang dalam negeri maupun mata uang asing $US. Merosotnya nilai tukar rupiah merefleksikan menurunnya permintaan masyarakat terhadap mata uang rupiah karena menurunnya peran perekonomian nasional atau karena meningkatnya permintaan mata uang asing $US sebagai alat pembayaran internasional. Semkin menguat kurs rupiah sampai batas tertentu berarti menggambarkan kinerja di pasar uang semakin menunjukkan perbaikan. Sebagai dampak meningkatnya laju inflasi maka nilai tukar domestic semakin melemah terhadap mata uang asing. Hal ini mengakibatkan menurunnya kinerja suatu perusahaan dan investasi di pasar modal menjadi berkurang.

B.     Penentuan Nilai Tukar
Ada beberapa faktor penentu yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar, yaitu (Madura, 1993):
1.      Faktor Fundamental
Faktor fundamental berkaitan dengan indikator ekonomi seperti inflasi, suku bunga,perbedaan relatif pendapatan antar negara, ekspektasi pasar dan intervensi bank sentral.
2.      Faktor Teknis
Faktor teknis berkaitan dengan kondisi permintaan dan penawaran devisa pada saat tertentu. Apabila ada kelebihan permintaan, sementara penawaran tetap, maka harga valuta asing akan terapresiasi, sebaliknya apabila ada kekurangan permintaan, sementara penawaran tetap maka nilai tukar valuta asing akan terdepresiasi.
3.      Sentimen Pasar
Sentimen pasar lebih banyak disebabkan oleh rumor atau berita politik yang bersifat insidentil, yang dapat mendorong harga valuta asing naik atau atau turun secara tajam dalam jangka pendek. Apabila rumor atau berita sudah berlalu, maka nilai tukar akan kembali normal.



C.      Nilai tukar mata uang
Nilai tukar mata uang dibagi menjadi dua yaitu :
·         Nilai tukar nominal, adalah nilai tukar yang ditulis dengan angka nominal. Misalnya US$ 1,00=Rp10.000. kurs antara dua Negara adalah yang dinamakan kurs nominal.
·         Nilai tukar Riil atau kurs riil (riil exchange rate) adalah harga relative dari barang-barang kedua Negara yang menyatakan tingkat dimanakita dapat memperdagangkan barang-barang dari suatu Negara untuk barang-barang dari suatu Negara untuk barang-barang Negara lain. Oleh karena itu nilai tukar riil juga disebut terms of trade.

Secara umum dapat dituliskan = Nilai tukar nominal x  Harga barang domestic
Harga barang luar negeri

Nilai tukar riil diantara kedua Negara dihitung dari nilai tukar nominal dan tingkat harga di kedua Negara.Jika nilai tukar riil adalah tinggi, berarti harga barang-barang luar negeri relative murah, dan harga barang-barang domestic relatif mahal. Dan sebaliknya, jika nilai tukar riil rendah, berarti harga barang-barang luar negeri relative mahal, dan harga-harga barang domestic relative murah.

D.     Sejarah perkembangan kebijakan nilai tukar di Indonesia
Berdasarkan sejarah, negara Indonesia telah menerapkan tiga sistem nilai tukar, yaitu:
1.      Sistem kurs tetap (1970 - 1978)
Sesuai dengan Undang-Undang No.32 Tahun 1964, Indonesia menganut sistem nilai tukar kurs resmi Rp. 250/dolar Amerika sementara kurs uang lainnya dihitung berdasarkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Untuk menjaga kestabilan nilai tukar pada tingkat yang ditetapkan, Bank Indonesia melakukan intervensi aktif di pasar valuta asing.

2.      Sistem mengambang terkendali (1978 - Juli 1997)
Pada masa ini, nilai tukar rupiah didasarkan pada system sekeranjang mata uang (basket of currencies). Kebijakan ini diterapkan bersama dengan dilakukannya devaluasi rupiah pada tahun 1978. Dengan sistem ini, bank Indonesia menetapkan kurs indikasi (pembatas) dan membiarkan kurs bergerak di pasar dengan spread tertentu. Bank Indonesia hanya melakukan intervensi bila kurs bergejolak melebihi batas atas atau bawah dari spread.

3.      Sistem kurs mengambang (14 Agustus 1997 - sekarang)
Sejak pertengahan Juli 1997, nilai tukar rupiah terhadap US dolar semakin melemah. Sehubungan dengan hal tersebut dan dalam rangka mengamankan cadangan devisa yang terus berkurang maka bank Indonesia memutuskan untuk menghapus rentang intervensi (sistem nilai tukar mengambang terkendali) dan mulai menganut sistem nilai tukar mengambang bebas (free floating exchange rate) pada tanggal 14 Agustus 1997. Penghapusan rentang intervensi ini juga dimaksudkan untuk mengurangi kegiatan intervensi bank Indonesia terhadap rupiah dan memantapkan pelaksanaan kebijakan moneter dalam negeri.

E.    Sistem Kurs Mata Uang
Menurut Triyono (2008) terdapat lima jenis sistem kurs utama yang berlaku, yaitu: sistem kurs mengambang (floating exchang rate), kurs tertambat (pegged exchange rate), kurs tertambat merangkak (crawling pegs),sekeranjang mata uang (basket of currencies), kurs tetap (fixed exchange rate)
1.      Sistem kurs mengambang
Kurs ditentukan oleh mekanisme pasar dengan atau tanpa adanya campur tangan pemerintah dalam upaya stabilisasi melalui kebijakan moneter apabila terdapat campur tangan pemerintah maka sistem ini termasuk mengambang terkendali (managed floating exchange rate).


2.      Sistem kurs tertambat
Suatu negara menambatkan nilai mata uangnya dengan sesuatu atau sekelompok mata uang negara lainnya yang merupakan negara mitra dagang utama dari negara yang bersangkutan, ini berarti mata uang negara tersebut bergerak mengikuti mata uang dari negara yang menjadi tambatannya.
3.      Sistem kurs tertambat merangkak
Di mana negara melakukan sedikit perubahan terhadap mata uangnya secara periodik dengan tujuan untuk bergerak ke arah suatu nilai tertentu dalam rentang waktu tertentu. Keuntungan utama dari sistem ini adalah negara dapat mengukur penyelesaian kursnya dalam periode yang lebih lama jika dibanding dengan sistem kurs terambat.
4.      Sistem sekeranjang mata uang
Keuntungannya adalah sistem ini menawarkan stabilisasi mata uang suatu negara karena pergerakan mata uangnya disebar dalam sekeranjang mata uang. Mata uang yang dimasukan dalam keranjang biasanya ditentukan oleh besarnya peranannya dalam membiayai perdagangan negara tertentu.
5.      Sistem kurs tetap
Dimana negara menetapkan dan mengumumkan suatu kurs tertentu atas mata uangnya dan menjaga kurs dengan cara membeli atau menjual valas dalam jumlah yang tidak terbatas dalam kurs tersebut. Bagi negara yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor luar negeri maupun gangguan seperti sering mengalami gangguan alam, menetapkan kurs tetap merupakan suatu kebijakan yang beresiko tinggi.


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Menurut Adiningsih, dkk (1998: 155), nilai tukar rupiah adalah harga rupiah terhadap mata uang negara lain. Jadi, nilai tukar rupiah merupakan nilai mata uang rupiah yang ditranslasikan ke dalam mata uang negara lain. Misalnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, nilai tukar rupiah terhadap Euro, dan lain sebagainya. Kurs merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi aktivitas di pasar saham maupun di pasar uang karena investor cenderung akan berhati-hati untuk melakukan investasi portofolio.
Ada beberapa faktor penentu yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar, yaitu (Madura, 1993):
·         Faktor Fundamental
·         Faktor Teknis
·         Sentimen Pasar
Nilai tukar mata uang dibagi menjadi dua yaitu :
·         Nilai tukar nominal
·         Nilai tukar Riil atau kurs riil (riil exchange rate) 
Secara umum dapat dituliskan = Nilai tukar nominal x  Harga barang domestic
Harga barang luar negeri
Menurut Triyono (2008) terdapat lima jenis sistem kurs utama yang berlaku, yaitu: sistem kurs mengambang (floating exchang rate), kurs tertambat (pegged exchange rate), kurs tertambat merangkak (crawling pegs),sekeranjang mata uang (basket of currencies), kurs tetap (fixed exchange rate)




DAFTAR PUSTAKA
Nopirin. 2000. “Ekonomi Moneter Edisi 1”. BPFE. Yogyakarta.
http://diyya.wordpress.com/2008/07/29/37/#_ftn8

PENGARUH PERDAGANGAN INTERNASIONAL TERHADAP PEREKONOMIAN DI INDONESIA



MAKALAH
PENGARUH PERDAGANGAN INTERNASIONAL TERHADAP PEREKONOMIAN DI INDONESIA

DISUSUN OLEH
1.      MANGGAR RENGGANIS               : A1A013079
2.      BAIQ TANISYA ELLYA M.               : A1A013023
3.      AHMAD IQBAL HAFIZIN                : A1A013007
4.      LALU RIDHO KURNIAWAN            : A1A013071
5.      ANDREW ALIF BRATA                    : A1A013015
6.      RISKI DIANTARI                              : A1A013101
7.      FITRIANA                                           : A1A013043
8.      DESAK ANGGI WIDIASTINI          : A1A013029
9.      YUNIKA                                              : A1A013131
10.  ZAHIT KAROMI                                : A1A012159
11.  RAYYAN                                               : A1A013097
12.  ADHAR KURNIAWAN                      : A1A013005
13.  HARIDHA JAUHARI                         : A1A011045
14.  IHSAN ARIF SALAMI                       : A1A011061
15.  SRI RAHMAH                                    : A1A013113

UNIVERSITAS MATARAM
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pengaruh Perdagangan INternasional Terhadap Perekonomian Dalam Negeri”.
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Internasional Adapun isi dari makalah yaitu menjelaskan tentang Pengaruh Perdagangan internasional terhadap perekonomian dalam negeri
Terlepas dari berbagai kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini, penulis sangat berharap agar makalah ini dapat membantu dalam proses belajar serta memahami lebih jauh mengenai masalah Ekonomi Internasional.
Sekian dan terima kasih.

Mataram, 29 november 2014


Penulis








DAFTAR ISI

Kata pengantar
Daftar isi
BAB I
            Pendahuluan.............................................................................................................            6
            BAB II
            Pembahasan
1.      Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap
 Keseimbangan  Supply dan Demand …………………………………………..            7
2.      Pengaruh Ekonomi Internassional Terhadap
Pendapatan Nasional……………………………………………………………            8
3.       Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap
Aspek Mikro Perusahaan………………………………………………………. 12
4.      Dampak Perdagangan Internasional Terhadap
Perekonomian Nasional………………………………………………………... 12
BAB II
Kesimpulan………………………………………………………………………... 14
Daftar pustaka……………………………………………………………..            ……... 15








BAB I
PENDAHULUAN

Setiap negara tidak dapat hidup sendiri.Hal ini disebabkan karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu, suatu negara akan membutuhkan negara lain. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan, setiap negara melakukan hubungan perdagangan.Hubungan perdagangan antarnegara ini disebut juga perdagangan internasional.
Perdangan internasional dikaji dalam ilmu ekonomi internasional yang merupakan cabang ilmu yang mempelajari segala sesuatu mengenai hubungan ekonomi antar-negara dan keterkaitan ilmu ekonomi mikro (penentuan harga/alokasi sumber) dan ilmu ekonomi makro (pendapatan nasional/ GNP, pndapatan perkapita/GDP dan sumber daya agregat).
Hubungan ekonomi internasional ini memiliki pengaruh yang sangat erat dengan keseimbangan ekonomi.yang mana dapat mempengaruhi keseimbangan supply dan demand, pendapatan nasional dan aspek mikro perusahaan. Keseimbangan ekonomi yang menjadi dinamis sebagai pengaruh bias keluar masuknya jaringan internasional dalam domestik negara. Dapat berdampak baik jika dalam persaingan tersebut mampu membawa negara tersebut berpartisipasi sebagai pelaku yang tangguh dalam perdagangan internasional dengan menyediakan kebutuhan yang mampu bersaing dalam segala aspek. Namun sebaliknya, ketika negara tersebut hanya terlibat menjadi konsumtif makan akan membawa dampak pada keruntuhan yang dimulai dari jatuhnya nilai mata uang negara tersebut.
RUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimana Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Keseimbangan  Supply dan Demand
  2. Bagaimana Pengaruh Ekonomi Internassional Terhadap Pendapatan Nasional
3.      Bagaimana Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Aspek Mikro Perusahaan   
  1. Bagaimana Dampak Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Nasional
TUJUAN
  1. Mengetahui Bagaimana Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Keseimbangan  Supply dan Demand
  2. Mengetahui Bagaimana Pengaruh Ekonomi Internassional Terhadap Pendapatan Nasional
3.      Mengetahui Bagaimana Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Aspek Mikro Perusahaan       
  1. Mengetahui Bagaimana Dampak Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Nasional





















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Keseimbangan  Supply dan Demand
Sistem ekonomi internasional merupakan bagian dari sistem internasional yang terdiri atas berbagai macam praktek dan pranata ekonomi.Adanya globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat pesat di bidang informasi dan komunikasi menyebabkan segala praktek dan pranata yang ada dalam sistem ekonomi internasional turut berkembang dengan pesat pula.Perkembangan ini membawa beberapa dampak seperti makin terintegrasinya pasar-pasar modal di seluruh dunia, serta perkembangan aliran barang dan modal yang semakin besar jumlahnya.Sehingga muncul golongan profesi baru dalam perekonomian yang memanfaatkan segala praktek dan pranata ini untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
Pada prinsipnya perdagangan antara dua negara itu timbul karena adanya perbedaan di dalam permintaan maupun penawaran.Perbedaan permintaan ini misalnya karena perbedaan pendapatan dan selera.Sedangkan perbedaan penawaran misalnya dikarenakan perbedaan di dalam jumlah dan kualitas faktor-faktor produksi dan tingkat teknologi.
Teori supply dan demand biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Jika permintaan akan kebutuhan yang diproduksi semakin tinggi, maka titik keseimbangan supply dan demand akan semakin bergeser ke tingkat yang lebih tinggi dan kemampuan aspek produksi akan meningkat seiring berjalannya perubahan tingkat permintaan akan kebutuhan tersebut. Begitu juga sebaliknya, apabila permintaan akan kebutuhan yang diproduksi semakin rendah, maka titik keseimbangan akan semakin bergeser ke tingkat yang rendah dan berpengaruh buruk pada aspek supply dan demand negara. Pada dasarnya, suatu negara seperti Indonesia mampu memproduksi dan menyediakan kebutuhan yang  memang dibutuhkan dan secara tetap bersaing dalam perdagangan internasional, maka dapat terlihat dalam keseimbangan supply dan demand di Indonesia.

B.  Pengaruh Ekonomi Internassional Terhadap Pendapatan Nasional
Pengaruh aspek internasional terasa pada aspek harga, pendapatan nasional, dan tingkat kesempatan kerja negara-negara yang terlibat dalam aspek internasional tersebut.Dalam kaitannya dengan perdagangan internasional maka yang harus diperhatikan dalam peningkatan pendapatan nasional adalah pada kegiatan ekspor dan impornya. Dimana ekspor akan meningkatkan permintaan masyarakat yaitu jumlah barang dan jasa yang diinginnkan didalam negeri. Sebaliknya, impor akan menurunkan permintaan masyarakat di dalam negeri. Permintaan masyarakat akan mempengaruhi kesempatan kerja dan pendapatan nasional, dan diantara lain akan tergantung pada besarnya ekspor neto, yaitu selisih antara ekspor dan impor. Bila ekspor neto positif, berarti ekspor lebih besar daripada impor, kesempatan kerja dan pendapatan nasional akan naik. Besarnya ekspor neto sangat ditentukan oleh nilai kurs mata uang negara yang bersangkutan. Misalnya, nilai rupiah dibandingkan dengan dolar AS, harga ekspor dari Indonesia relatif lebih murah di AS, sehingga ekspor akan cenderung meningkat. Sebaliknya, harga-harga dari AS menjadi mahal sehingga impor akan cenderung menurun.

Dengan demikian, penurunan nilai kurs mata uang sendiri akan cenderung meningkatkan ekspor neto, demikian pula sebaliknya. Jadi, kegiatan serta kejadian internasional akan mempengaruhi ekonomi dalam negeri, melalui kurs mata uang pada impor, ekspor dan pada akhirnya permintaan masyarakat.
Hubungan antara impor dan pendapatan nasional dinyatakan dalam berbagai cara. Salah satu cara yang banyak digunakan adalah dengan marginal propensity to impor yang merupakan bagian dari tambahan pendapatan yang digunakan untuk mengimpor barang.

C.  Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Aspek Mikro Perusahaan           
Pengaruh ekonomi internasional terhadap aspek mikro perusahaan adalah menganalisa pasar mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak pengguna alternatif. Aspek mikro perusahaan menganalisa  kegagalan pasar yaitu ketika pasar gagal dalam memperodiksi hasil yang efisien serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam kondisi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan.Juga mendapatkan perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.
Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengaruh-pengaruh ekonomis yang akan digolongkan menjadi tiga, yaitu:
·         Pengaruh pada konsumsi masyarakat
·          Pengaruh pada produksi
·         Pengaruh pada distribusi pendapatan masyarakat
  1. Pengaruh Terhadap Konsumsi
Salah satu pengaruh penting terhadap konsumsi masyarakat adalah bergesernya garis Consumption  Possibility Frontier (CPF) keatas. Ini berarti bahwa karena perdagangan masyarakat bisa dengan mengatakan bahwa pendpatan riil masyarakat (yaitu, pendapatan yang diukur dari beberapa jumlah barang yang bisa dibeli oleh jumlah uang tersebut), meningkat dengan adanya perdagangan.dari segi lain dikenal dengan konsep yang sering disebut dengan nama transformasi. Transformasi adalah proses perubahan sumber-sumber ekonomi atau barang-barang dalam negeri menjadi barang-barang lain yang bisa memenuhi (konsumsi) masyarakat.
Ada satu lagi pengaruh yang penting dari perdagangan terhadap pola konsumsi masyarakat. Pengaruh ini dikenal dengan nama demonstration effects. Pengaruh ini berkaitan dengan peningkatan kemampuan berkonsumsi, yaitu pendapatan riil masyarakat.Demonstration effects atau “pengaruh percontohan” adalah pengaruh yang bersifat langsung dari perdagangan terhadap pola dan kecenderungan berkonsumsi masyarakat. Pengaruh ini bisa bersifat positif dan negatif.Demonstrasion yang bersifat positif adalah perubahan pola kecendurungan berkonsumsi yang mendorong kemauan untuk berproduksi lebih besar.Sedangkan demonstration yang bersifat negatif adalah apabila dibukanya hubungan dengan luar negeri menimbulkan pola dan kebiasaan pola konsumsi asing yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan perekonomian tersebut. Misalnya masyarakat (dimulai dari golongan yang berpenghasilan tinggi) cenderung akan meniru gaya dan kebiasaan hidup dan konsumsi dari negara-negara maju lewat “contoh-contoh” yang ditunjukan lewat media seperti film, televisi, majalah-majalah dan sebagainya.akibatnya ada kecenderungan bagi masyarakat tersebut untuk berkonsumsi yang “berlebihan”(dilihat dari tahap perkembangan ekonomi dan kemampuan produksi msyarakat). Dengan kata lain perkataan, proppensity to consume menjadi terlalu tinggi. Ini selanjutnya mengakibatkan sumber ekonomi yang tersedia untuk investasi rendah, dan ini berarti pertumbuhan ekonomi yang rendah.
  1. Pengaruh Terhadap Produksi
Perdagangan luar negeri memiliki pengaruh yang kompleks terhadap sektor produksi di dalam negeri. Secara umum dapat dibagi menjadi empat macam, antara lain:
a.       Spesialisasi produksi
Spesialisai plus perdagangan dapat meningkatkan pendapatan riil masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa perdagangan mungkin justru akan menurunkan pendapatan riiil dan  kesejateraan masyarakat.  Ada tiga keadaan yang membauat spesialisasi menjadi tidak selalu bermanfaat bagi suatu negara, yaitu:


1.      Ketidakstabilan pasar luar negeri
Turunnya satu barang atau dua  barang mungkin bisa diimbangi oleh naiknya harga barang-barang lain. Inlah pertentangan antara spesialisasi dengan diversifikasi.Spesialisasi dapat meningkatkan pendapatan riil masyarakat namun dengan resiko ketidakstabilan yang tinggi.Sebaliknya diversivikasi lebih menjamin kestabilan pendapatan tetapi dengan konsekuensi harus mengorbankan sebagian dari kenaikan pendapatan dan spesialisasi.
2.      Keamanan nasional
Ketika suatu negara memiliki keunggulan komparatif tetapi ternyata ketika itu terjadi perang atau apapun yang dapat menghambat kegiatan perdagangan luar negeri maka negara negara tersebut tidak dapat memperoleh barang dari negara tersebut. Keunggulan komparatif tidak selalu diikuti apabila kelangsungan hidup negara tersebut sama sekali tidak terjamin.
3.      Dualisme
Sektor ekspor seakan-akan bukan merupakan bagian dari negeri itu, tetapi bagian dari pasar dunia.Dalam keadaan ini spesialisasi dan perdagangan internasional tidak memberi manfaat kepada perekonomian dalam negeri.Teori keunggulan komparatif masih memiliki kebenaran dasarnya, yaitu bahwa suatu negara seyogyanya memanfaatkan keunggulan komparatifnya dan kesempatan “transformasi lewat perdagangan”.
b.      Kenaikan “investasi surplus”
Dengan pendapatan riil yang lebih tinggi berarti negara tersebut mampu untuk menyisihkan dana sumber-sumber ekonomi yang lebih besar bagi investasi (inilah yang disebut investible surplus). Investasi yang lebih tinggi berarti laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.Jadi, perdagangan bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi.Namun tidak lepas dari berapa besar manfaat tersebut yang direalisir sebagai investasi dalam negeri, siapa yang memperoleh manfaat dan pengaruh dari manfaat tersebut terhadap pembangunan ekonomi.
c.       “Vent for Surplus”
Menurut Smith, perdagangan luar negeri membuka daerah pasar baru yang lebih luas bagi hasil-hasil dalam negeri. Sumber-sumber ekonomi yang semula menganggur (surplus) sekarang memperoleh saluran (vent) untuk bisa dimanfaatkan, karena adanya daerah pasar yang baru. Yang mana konsep vent for surplus adalah bahwa pertumbuhan ekonomi tersangsang oleh terbukanya daerah pasar yang baru.
d.      Kenaikan produktivitas
Pengaruh yang terpenting dalam kegiatan perdagangan luar negeri adalah sektor produksi yang berupa peningkatan produktivitas dan efesiensi pada umumnya. Dalam hal ini ada tiga faktor yang mempengaruhi, antara lain:
1.      Economic of Scale
Yang terpenting adalah bahwa dengan makin luasnya pasaran, produksi bisa diperbesar dan dilakukan dengan cara yang lebih murah dan efisien.
2.      Teknologi Baru
Bentuk penyebaran teknologi yang bersifat tidak langsung tetapi seringkali justru sangat penting, adalah apabila para produsen dalam negeri memperoleh pengetahuan mengenai produk-produk baru, cara-cara yang lebih efisien dalam produksi, pemasaran dan manajemen perusahaan pada umumnya, semangat dan motivasi baru untuk melakukan inovasi dan sebagainya.
3.      Rangsangan Persaingan
Dalam hal ini dibukanya perdagangan mempunyai pengaruhnya yang serupa dengan masuknya perusahan-perusahaan baru yang lebih efisien ke dalam sektor tersebut.Jadi, perdagangan luar negeri bisa meningkatkan efisiensi suatu sektor melalui peningkatan persaingan.

  1. Pengaruh Terhadap Distribusi Pendapatan Masyarakat
Dalam hal distribusi pendapatan terdapat dua sudut pandang yaitu dari kaum neoklasik dan kaum anti neoklasik.Menurut kaum neoklasik hubungan luar negeri mempunyai pengaruh lebih meratakan distribusi pendapatan di dalam negeri dan antar negara. Menurut mereka, hubungan luar negeri mempengaruhi distribusi pendapatan lewat dua saluran utama yaitu: saluran perdagangan dan saluran aliran modal. Yang mana dari model ini maka dapat disimpulkan bahwa suatu negara cenderung berspesialisasi dalam barang-barang yang menggunakan faktor produksi yang tersedia relatif lebih banyak di dalam negeri.
Kaum anti neoklasik mengatakan bahwa perdagangn bebas dan penanaman modal asing justru meningkatkan ketimpangan distribusi pendapatan di dalam suatu negara atau antar negara.Hal ini dikarenakan adanya unsur-unsur monopolitis, dan faktor-faktor sosio-politis yang menentukan hasil akhir dari hubungan internasional antar negara yang mana perdagangan bebas dan penanaman modal asing justru semakin memperlebar jurang antara negara miskin dan negara kaya.Masing-masing sudut pandang mempunyai unsur kebenarannya, sehingga masalahnya harus dilihat kasus demi kasus.
  1. Dampak Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Nasional

Setiap negara dalam melakukan perdagangan internasional akan mengalami dampak positif dan dampak negatif terhadap perekonomian negara itu sendiri. Sejauh mana pengaruh perekonomian negara tiap negara berbeda-beda.

1.      Dampak positif dari perdagangan internasional antara lain :
    • Kegiatan produksi dalam negeri menjadi meningkat secara kuantitas dan kualitas.
    • Mendorong pertumbuhan ekonomi negara, pemerataan pendapatan masyarakat, dan stabilitas ekonomi nasional.
    • Menambahkan devisa negara melalui bea masuk dan biaya lain atas ekspor dan impor.
    • Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam negeri, terutamadalam bidang sektor industri dengan munculnya teknologi baru dapat membantu dalam memproduksi barang lebih banyak dengan waktu yang singkat.
    • Melalui impor, kebutuhan dalam negara dapat terpenuhi.
    • Memperluas lapangan kerja dan kesempatan masyarakat untuk berkeja.
    • Mempererat hubungan persaudaraan dan kerjasama antar negara.

2.      Dampak negatif dari perdagangan internasional antara lain :
    • Barang-barang produksi dalam negeri terganggu akibat masuknya barang impor yang dijual lebih murah dalam negeri yang menyebabkan industri dalam negeri mengalami kerugian besar.
    • Munculnya ketergantungan dengan negara maju.
    • Terjadinya persaingan yang tidak sehat, karena pengaruh perdagangan bebas.
    • Bila tidak mampu bersaing maka pertumbuhan perekonomian negara akan semakin rendah dan bertambahnya pengangguran dalam negeri.















KESIMPULAN

Dalam kaitannya dengan pengaruh ekonomi internasional terhadap keseimbangan ekonomi maka dapat disimpulkan bahwa ekonomi internasional memiliki pengaruh yang sangat erat terhadap supply  dan demand, pendapatan nasional dan aspek mikro perusahaan.
Kesemuanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri dengan mengeluarkan biaya yang seefisisien mungkin, namun dapat melakukan investasi semaksimal mungkin. Semakin tinggi investasi menunjukkan semakin naiknya perekonomian dalam negeri.Begitupun ketika tercapai keseimbangan antara kegiatan ekspor dan impor.Yang mana dalam hal ini suatu negara harus mampu memanfaatkan sumber-sumber yang lebih agar dapat disalurkan secara optimal dalam rangka meningaktkan produktivitas dan juga menganalisa pesaing.Sehingga hasil dari kegiatan perdagangan internasional mampu didisteribusikan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menunjukkan keunggulan komparatif dari negara itu sendiri.















DAFTAR PUSTAKA

Boediono, Ekonomi Internasional, Yogyakarta: BPFE, 2012
Krugman, R. Paul dan Maurice Obstfeld, Ekonomi Internasional Teori dan Kebijakan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994
Nopirin, Ekonomi Internasional, Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2010
Erick Latumeten,Pengaruh Aspek Internasional Terhadap Keseimbangan Suplay dan Demand”,http://ericklatumeten.wordpress.com/2010/11/05/pengaruh-aspek-internasional-terhadap-keseimbangan-suplay-dan-demand/ (online), diakses pada tanggal 22 September 2014 pukul 15.30 WIB.
NN, Pengaruh ekonomi Internasional Terhadap Keseimbangan Ekonomi, (http://ekonomixiips1.blogspot.com), diakses pada Rabu, 24 September 2014
NN, Perdagangan Internasional (http://elearning.gunadarma.ac.id), diakses pada Rabu, 24 September 2014